1. Desain Asesmen Responsif
Guru memasukkan Kompetensi Dasar (KD) dan AI merancang instrumen evaluasi yang mengintegrasikan aspek linguistik dan budaya lokal.
Platform Humanistic, Adaptive, and Responsive-Cultural Assessment (HARC-AI) berfungsi untuk memediasi pembelajaran bahasa daerah, mereduksi beban administratif tenaga pendidik, dan meningkatkan prestasi akademik peserta didik secara sistematis.
Peserta Didik Aktif
Modul Tervalidasi
Akurasi Sosiokultural
Sekolah Bermitra
Struktur operasional sistem memastikan kolaborasi yang transparan antara tenaga pendidik, peserta didik, dan asisten kecerdasan buatan.
Guru memasukkan Kompetensi Dasar (KD) dan AI merancang instrumen evaluasi yang mengintegrasikan aspek linguistik dan budaya lokal.
Siswa mengerjakan tes terkomputerisasi. Asisten AI memberikan petunjuk terstruktur tanpa memberikan jawaban langsung untuk melatih kemandirian.
Sebelum mengumpulkan ujian, siswa menuliskan kendala belajarnya guna membangun kesadaran diri (metakognisi) dan adab digital.
Sistem menyajikan analitik kemandirian. Guru memegang otoritas penuh untuk mengoreksi nilai AI jika jawaban merupakan dialek lokal yang sah.
Indikator penilaian dirancang secara empiris untuk menjaga integritas akademik dan memvalidasi kecerdasan kultural peserta didik.
Evaluasi ketepatan makna, kosakata, dan keterpahaman materi oleh siswa secara real-time.
Menganalisis kesesuaian tingkat tutur dan dialek dengan lawan bicara serta tujuan komunikasi.
Menghormati dan memvalidasi nilai lokal, sejarah, serta praktik sosial yang hidup di masyarakat.
Memberikan petunjuk bertahap (scaffolding) untuk memandirikan siswa saat menghadapi kesulitan.
Mendorong siswa untuk menjelaskan alasan perbaikan dan menentukan strategi belajar selanjutnya.
Menjamin kejujuran akademik, kesantunan interaksi, dan transparansi perlindungan data pribadi.